4 PELAJARAN KEUANGAN DARI DRAMA KOREA “MY DEMON”

Home4 PELAJARAN KEUANGAN DARI DRAMA KOREA “MY DEMON”
Tips Keuangan & Asuransi

4 PELAJARAN KEUANGAN DARI DRAMA KOREA “MY DEMON”

By @CiciAsuransi

FAMILY FINANCIAL PLANNER

My Demon adalah serial fantasi romantis tentang CEO wanita yang menikah kontrak dengan seorang demon. Mulai dari konflik perebutan warisan, misteri pemb*nuhan menegangkan, dan sinematografi yang apik, membuat My Demon sempat menjadi serial Netflix nomor 1 di Indonesia selama berminggu-minggu.

Berikut beberapa Pelajaran finansial dari My Demon. Spoiler alert!

FAMILY FINANCIAL PLANNER @CiciAsuransi

1. BELAJAR MERASA CUKUP

Dalam drama ini, banyak orang serakah meminta kesuksesan finansial dari Demon. Sebagai gantinya, mereka bersedia menyerahkan jiwanya. Namun setelah sukses, kebanyakan menyesal dan ingin membatalkan kontrak. Bukan berarti tidak boleh berambisi, tapi belajarlah untuk menentukan batasan ‘cukup’-mu.

2. PENTINGNYA PEREMPUAN MANDIRI SECARA FINANSIAL

Drama ini menggambarkan kehidupan perempuan mandiri seperti Do Do-Hee yang sejak kuliah merintis bisnis kuliner, Jin Ga- yeong yang tekun dengan passion-nya, sekretaris Shin yang berkarir puluhan tahun. Mandiri finansial memberi perempuan pilihan hidup yang lebih luas: karier, cinta, passion, atau kejar Impian tanpa batas.

3. PENTINGNYA PERENCANAAN WARIS

Setelah kem*tian Ju Cheon Suk, pemilik Grup Mirae, ia meninggalkan seluruh harta dan jabatan komisaris kepada Do Hee, bukan keluarga kandungnya. Keputusan ini memicu kemarahan keluarga, bahkan sampai melakukan percobaan pemb*nuhan pada Do Hee. Ini menunjukkan pentingnya penyusunan surat wasiat yang jelas dan rinci.

Menjelaskan dengan detail pembagian harta dan memberikan alasan di balik keputusan tersebut dapat mencegah konflik dan interpretasi yang berbeda di antara ahli waris.

Asuransi jiwa adalah salah satu instrumen perencanaan waris yang bebas sengketa, adil pembagiannya, murah & bebas pajak.

4. WORK-LIFE BALANCE

Do-Do Hee dan Sekretaris Shin, cenderung memaksa diri bekerja keras saat sedih. Baik Do-Do Hee setelah kehilangan orangtuanya maupun Sekretaris Shin setelah bercerai. Ketika Do Hee kehilangan suaminya, dia melakukan hal serupa. Tetapi, Sekretaris Shin menyarankan agar Do Hee memberi waktu untuk dirinya sendiri, berduka dengan cara yang sehat, karena bekerja keras untuk menutupi kesedihan tidak akan mem- bantu dalam proses move-on.

 

konsultasikan perencanaan asuransi keluarga anda.
Klik icon WA untuk konsultasi asuransi & keuangan secara GRATIS!