Perebutan Anak Keluarga Korea: 3 Pelajaran Asuransi yang bisa dipetik

HomePerebutan Anak Keluarga Korea: 3 Pelajaran Asuransi yang bisa dipetik

Perselisihan seorang pria Singapura dan istrinya asal Korea yang tinggal di Jakarta, mencuri perhatian netizen, seminggu terakhir. Sang istri menuduh bahwa suaminya berselingkuh dengan perempuan Indonesia dan menculik keempat anak mereka, termasuk bayi yang masih menyusui. Sementara itu, sang suami mengklaim bahwa sang istri menelantarkan & memukul anak, sehingga ia merasa perlu mengamankan keempat anaknya. Pengacara suami menyebutkan bahwa setiap anak punya asuransi jiwa senilai SGD 4JT. Ini kemudian dicurigai menjadi motif kasus perebutan anak tersebut.

@CiciAsuransi tidak akan bahas kasusnya.
Tapi ada beberapa pelajaran asuransi yang bisa dipetik, supaya kita dan sekeliling kita terhindar dari permasalahan seperti ini.

  • Asuransikan orang yang tepat
    Asuransi jiwa memberikan uang kepada keluarga saat seseorang tutup usia, untuk membantu membayar tagihan dan kebutuhan keluarga yang harus terus berjalan. Tujuannya agar keluarga terhindar dari masalah keuangan setelah kehilangan pencari nafkah.Sebaiknya, asuransi jiwa diambil atas nama orang yang memiliki nilai ekonomis. Misalnya, orang tua dengan anak sebagai ahli waris, BUKAN sebaliknya! Ini dapat mencegah kecurigaan dan konflik di kemudian hari.
  • Pentingnya asuransi yang tepat untuk anak. Asuransi yang perlu dimiliki oleh anak yang belum bekerja adalah asuransi kesehatan dan asuransi pendidikan anak. Anak belum membutuhkan asuransi jiwa. Jika Anda memiliki budget lebih, sebaiknya alokasikan asuransi jiwa untuk orangtua yang menjadi pencari nafkah utama.
  • Transparansi dalam keuangan keluarga.
    Sang istri mengungkapkan bahwa dia tidak tahu anaknya diasuransikan dan tidak pernah terlibat dalam pengelolaan keuangan keluarga. Semuanya diurus oleh suaminya.Dengan berbagi informasi secara terbuka, suami dan istri bisa bekerja sama dalam membuat keputusan keuangan yg lebih baik dan mencegah konflik karena perbedaan persepsi atau kebingungan tentang keuangan.

 

Bagaimana menurutmu?
Pembelajaran apalagi yang bisa dipetik dari kasus ini?

 

Original content by @CiciAsuransi
Sumber: https://www.instagram.com/ciciasuransi