Asuransi adalah salah satu pondasi perencanaan keuangan yang sehat. Namun, yang paling dasar adalah Cashflow/Arus Kas.

Jadi, jangan buru-buru beli asuransi jika cashflow Anda belum positif. Kenapa?

1. Pengeluaran Tidak Sehat

Pengeluaran yang sehat adalah maksimal 50% dari pemasukan. Dimana, asuransi idealnya 10%-20% dari pemasukan.

Ikuti piramida perencanaan keuangan. Jangan sampai Anda bisa menyisihkan untuk asuransi, tapi malah tidak bisa menyisihkan untuk dana darurat.

2. Rencana Keuangan Berantakan

Ketika cashlow Anda belum positif, dan memaksakan beli asuransi, maka rencana keuangan yang lain bisa berantakan.

Misalnya, dana yang harusnya Anda gunakan untuk membayar hutang, digunakan untuk asuransi, sehingga hutang membengkak dan keluarga dikejar-kejar debt collector.

Atau, ketika kendaraan rusak dan Anda tak punya dana darurat sama sekali, maka Anda malah tidak bisa pergi ke tempat kerja

3. Rawan "lapsed"

Jika memaksa untuk beli dan tiba-tiba ada pengeluaran darurat, biasanya yang akan dipangkas duluan adalah porsi asuransi. Premi tidak dibayar, sehingga polis lapsed atau non-aktif.

Padahal asuransi tidak bisa dibuka tutup semudah itu. Apalagi kalau Anda sudah pernah klaim atau punya riwayat kesehatan, maka akan sangat sulit bagi Anda untuk memiliki asuransi lagi.

4. Tidak Dicover Secara Maksimal

Karena sering lapsed, masa tunggu akan mengulang terus dari 0. Padahal ada 12 bulan masa tunggu untuk penyakit serius.

Jika seperti ini terus, Anda tidak akan pernah dicover untuk penyakit tertentu! Karena Anda tidak pernah melewati masa tunggunya.

Apa Solusinya?

1. jika Pemasukan Dirasa Kurang, anda Bisa Menambah Sumber Penghasilan Misalnya, Menjual Keahlian Dalam Bentuk Kursus atau E-book, dan Mengambil Pekerjaan Part Time atau Freelance, Seperti Menjadi Partner Bisnis @ciciasuransi.

2. Evaluasi Anggaran Pengeluaran Bulanan. Apakah Sudah Efektif, atau Bisa Dikurangi dan Disubstitusi?

3. Minimal Miliki BPJS Dulu

"Memangnya, berapa premi asuransi buat anak muda, ci?"

Menurut desain proteksi, asuransi yang lebih dulu perlu dimiliki adalah Asuransi Kesehatan. Mulai Rp 270ribu/bulan, Anda bisa miliki asuransi kesehatan yang:

  • Cashless, bebas pilih rumah sakit
  • Full cover sesuai tagihan
  • Limit tahunan mulai Rp 2 Milyar
  • Jalur prioritas, tanpa rujukan
  • Kamar 1 pasien atau 2 pasien

Jika Anda anak muda yang punya tanggungan finansial, Anda juga bisa mempertimbangkan Asuransi Jiwa.

Ada Asuransi Jiwa Murni Syariah yang preminya mulai Rp 100.000/bulan* saja!

Preminya flat. Sistemnya pembayaran 10 tahun, untuk perlindungan selama 20 tahun. Setelah masa perlindungan selesai dan tidak ada klaim, maka premi dikembalikan 100%+10%*!

*promo terbatas sampai 31 juli 2022