Kemarin, @CiciAsuransi membuat polling tentang apa yang membuat seseorang menunda menyiapkan asuransi.

71% followers menjawab karena kendala budget. Dan 46% diantaranya merasa penghasilan belum mencukupi.

Jadi, penghasilan berapa yang mencukupi untuk memiliki asuransi?

Penghasilan pasti tidak akan pernah terasa cukup. Jika tidak pernah dibudgetkan, pasti tidak akan cukup.

Dalam budgeting, gunakan metode "sisih". Bukan "sisa"! Artinya, saat terima penghasilan, sisihkan dulu untuk pos-pos keuangan yang penting & wajib. Kemudian baru sisanya dinikmati.

Budget untuk asuransi idealnya adalah 10% dari penghasilan & maksimal 20%.

Contohnya, jika penghasilan Anda Rp 9jt /bulan maka Anda bisa membudgetkan Rp 900ribu/bulan untuk asuransi.

Masalahnya, asuransi apa yang cocok untuk saya & total preminya dibawah Rp900ribu?

Jika anda Pencari Nafkah Utama...

1. Miliki Asuransi Kesehatan Pribadi, agar Pengeluaran Tetap Stabil Ketika anda Harus Rawat Inap. jika Terpaksa, Gunakan BPJS atau Tunjangan Kantor Dulu.

2. Miliki Asuransi Penghasilan, untuk Melindungi Keluarga yang anda Tanggung. Sehingga Baik anda Ada Maupun Tiada, Keuangan Keluarga Tetap Stabil.

Fresh Graduate?

Cukup dengan proteksi kesehatan saja, Anda sudah dapat mandiri secara finansial tanpa merepotkan keluarga Anda.

Generasi Sandwich?

1. anda Harus Punya Asuransi Kesehatan Pribadi yang Menjaga Pengeluaran anda Tetap Stabil Ketika anda Harus Rawat Inap.

2. Asuransi Penghasilan & Sakit Kritis yang Menggantikan Penghasilan anda dan Menyediakan Budget Pengobatan yang Mungkin Tidak Dicover Asuransi Kesehatan.

Ini adalah panduan umum, Profil keuangan setiap orang bisa berbeda-beda.