Zaman sekarang banyak sekali influencer dan akun edukasi keuangan, yang memberi edukasi tentang asuransi.

Sehingga generasi muda menjadi lebih melek tentang keuangan dan asuransi.

Namun sayangnya, ada beberapa oknum Influencer yang menyebut dirinya "netral" (bukan agen asuransi) memanfaatkan hal ini untuk kepentingan pribadi dan berpotensi merugikan masyarakat.

Chris (nama samaran), memiliki polis asuransi dengan manfaat Kartu Rumah Sakit sejak tahun 2015.

Namun, akhir April 2023, Chris menutup polis asuransinya, karena disarankan OKnum influencer untuk ganti perusahaa asuransi rekomendasi oknum tersebut.

Chris sempat dicegah oleh agennya. Tapi karena lebih percaya dengan influencer ini, Chris mengabaikan.

Tapi, tidak sampai 1 minggu setelahnya. Chris rawat inap karena usus buntu dan harus operasi. Namun, klaim ditolak!

Setelah konsultasi dengan CiciAsuransi alasan klaim Chris ditolak karena polis barunya masih dalam masa tunggu.

Ternyata perihal masa tunggu ini, sudah disampaikan agen lama Chris sebelum tutup polis. Namun karena selama 7 tahun tidak pernah sakit, Chris merasa tidak akan klaim dalam waktu dekat.

Setelah @CiciAsuransi selidiki, influencer tersebut ternyata terdaftar sebagai agen di perusahaan rekomendasinya tersebut.

Dan ternyata tidak hanya satu. Namun beberapa influencer terkenal yang mengaku netral, ternyata agen asuransi. Ada juga yang keluarga atau saudara kandungnya agen asuransi.

Sebenarnya tidak salah kalau mau jadi agen asuransi. Yang salah adalah ketika tidak transparan. Mengaku netral, namun ternyata tidak netral.

Inilah yang disebut agen bayangan, yaitu bentuk dari itikad tidak baik dari oknum agen asuransi, karena "menyembunyikan" intensi sebenarnya.

Tindakan ini tidak etis secara marketing maupun bisnis, dan dapat merugikan masyarakat.

Ketika kita konsultasi dengan agen asuransi, kita akan menggunakan saringan / filter terhadap omongan agen.

Misalnya, "Apakah informasi yang disampaikan benar?", "Kenapa diberi saran seperti itu?","Apakah dia hanya nau cari keuntungan dari saya?"

Tapi ketika konsultasi dengan orang yang kita anggap netral, secara tidak sadar filter itu menjadi tipis bahkan tidak ada. Kita menerima apapun yang disampaikan.

Ini bisa menyebabkan klien berpikir jauh lebih tidak kritis daripada saat konsultasi dengan agen asuransi. Dan berujung pada pengambilan keputusan yang kurang tepat.

Apapun yang disampaikan influencer akan langsung dianggap sebagai kebenaran.

Sehingga influencer tersebut bisa memasukkan beberapa hal yang menguntungkan si influencer, tapi dapat merugikan klien.

Kita semua pasti ingin berbisnis dengan orang yang jujur dan bangga dengan profesinya.

Bagaimana bisa berbisnis dengan orang yang menyembunyikan profesinya sejak awal?

Bisa jadi karena tidak ingin diketahui sebagai agen, ketika ada masalah, nasabah bisa ditinggalkan, bukan?

Jadi, pastikan Anda selalu berkonsultasi dengan agen asuransi yang profesional.