Akhir-akhir ini @CiciAsuransi banyak mendengar kejadian kecelakaan mendadak, yang mengakibatkan anak yang tidak tahu apa-apa, tiba-tiba kehilangan orang tuanya.

Banyak klien @CiciAsuransi yang mulai memikirkan perlindungan atau persiapan lebih untuk orang-orang tersayang mereka.

Persiapan yang bisa dilakukan beragam, salah satunya adalah menyiapkan asuransi jiwa. Berikut panduan bagaimana memilih asuransi jiwa terbaik untuk keluarga Anda.

1. Pahami Mengapa Keluarga Butuh Asji

Pada umumnya, ada 4 tujuan utama seseorang membeli asuransi jiwa, yaitu:

1. Proteksi Dana Pendidikan Anak

2. Proteksi Cicilan dan Hutang

3. Proteksi Penghasilan / Kebutuhan Hidup

4. Warisan dan Pajak Waris (bphtb, Dll)

Yang mana tujuan asuransi jiwa Anda?

Berbeda tujuan, maka berbeda pula Uang Pertanggungan (UP) dan produknya.

2. Berapa Lama Membutuhkan Proteksi?

Berapa lama keluarga Anda membutuhkan proteksi asuransi jiwa? Ini akan menentukan masa cover asuransi. Hal-hal yang harus dipertimbangkan:

  • Pertimbangkan usia orang-orang yang bergantung secara finansial pada Anda.
  • Kira-kira berapa tahun lagi mereka bisa mandiri secara finansial?
  • Jika ada cicilan atau hutang, berapa lama jangka waktunya?

3. Berapa Jumlah UP yang Dibutuhkan?

Hal-hal yang perlu dipertimbangkan:

1. Berapa Dana Pendidikan Anak yang Dibutuhkan Sampai Lulus Kuliah?

2. Apakah Pasangan Butuh Bantuan Dana untuk Masa Pensiun?

3. Berapa Total Cicilan atau Hutang yang Dimiliki? Jangan Sampai Mewarisi Hutang dan Membebani yang Ditinggalkan

4. Berapa Biaya Hidup Bulanan yang Diperlukan Oleh yang Ditinggalkan?

5. Apakah Ada Rencana Mewariskan Aset? jika Iya, Persiapkan Pajak Waris dan Biaya Balik Namanya, agar Anak Tidak Kesulitan Mengelola Warisan Tersebut.

6. Pertimbangkan Apakah Jumlah Warisan untuk Anak-anak Sudah Fair? ini untuk Menghindari Sengketa Waris di Kemudian Hari (contoh: Kasus Waris Zangrandi)

4. Berapa Budget Yg Ingin Disisihkan?

Asuransi jiwa memang penting. Tapi jangan sampai ini malah memberatkan keuangan.

Mulai dari budget yang "nyaman" untuk Anda. Idealnya 10%-20% dari penghasilan bulanan.

5. Sampai Καραν anda Bisa Membayar Premi?

Pertimbangkan usia produktif Anda. Misalnya, jika seseorang berusia 35 tahun dan berencana pensiun pada usia 55 tahun, maka pilih masa bayar yang maksimal 20 tahun, jangan lebih.

Contoh Case:

Pak Ali punya anak berusia 1 tahun. Concern beliau adalah jangan sampai ketika ia berpulang, anaknya tidak bisa melanjutkan pendidikan sampai perguruan tinggi.

Maka, kriteria asuransi yang paling efektif dan efisien untuk Pak Ali sebagai berikut:

  • Asuransi jiwa berjangka
  • Masa cover minimal 21 tahun, yaitu sampai anak lulus kuliah.
  • Jumlah UP yang dibutuhkan = total biaya pendidikan anak sampai lulus kuliah Bukan Asuransi Jiwa Whole-life.