"Saya memutuskan untuk menunda pengajuan asuransi mama saya.
Untuk wanita 72 tahun, asuransi kesehatan dengan manfaat 1 kamar tidur sesuai tagihan, preminya sudah Rp 3 juta-an. Apa ada solusi lain ci?"
Apakah harus yang 1 bed, bu?
lya ci. Karena mama saya sudah tua, jadi harus ada yang dampingi ketika rawat inap.
Kalau 2 bed, kebanyakan RS di kota saya tidak perbolehkan ada 3 pendamping, apalagi setelah pandemi."
Bagaimana kalau kita tambahkan fitur ownrisk? Jadi setiap klaim rawat inap membayar 5 juta, kemudian sisanya dicover asuransi.
Ini akan menekan harga premi hingga 50%
Meski premi lebih rendah, namun biaya ownrisk per klaim juga besar buat saya.. Bagaimana kalau mama saya rawat inap beberapa kali dalam setahun?
Kalau boleh tau, siapa pencari nafkah dalam keluarga?
Saya dan suami. ci..
Apakah ibu dan suami sudah punya asuransi kesehatan?
Belum ci, saya pikir karena mama sudah usia, jadi saya ingin mama saya punya asuransi kesehatan dulu
Pendapat dan Saran @ciciasuransi
@CiciAsuransi setuju kita mendahulukan orang tua. Namun, selalu ada resiko dari setiap pilihan.
Ketika orang tua sakit, maka asuransi akan sangat bermanfaat. Tapi bagaimana jika resiko itu terjadi kepada Anda?
Asuransi tersebut menjadi tidak efektif, dan membuat keuangan Anda rentan.
Ketika pencari nafkah sakit, pemasukan mungkin berkurang, tapi pengeluaran pasti bertambah.
Pemasukan berkurang saja sudah sebuah masalah, belum pengeluaran bertambah?
Asuransi orang tua Anda malah beresiko tidak terbayarkan preminya. Pada akhirnya, Anda dan orang tua jadi tidak punya asuransi sama sekali.
"Saya masih muda ci. Saya jaga kesehatan dan pola hidup saya sehat."
Itu bagus. Namun tidak ada yang bisa menjamin kesehatan Anda. Terkadang kita sudah berhati-hati, namun orang lain yang gagal berhati-hati.
Ada resiko penyakit menular, virus yang terus berkembang, bahkan kecelakaan, yang semua disebabkan oleh orang lain.