Ini adalah salah satu pertanyaan yang paling sering @CiciAsuransi terima!
BPJS Kesehatan adalah jaminan sosial dari pemerintah, yang membayarkan biaya berobat ke pihak rumah sakit.
Namun ketika sakit, ada biaya lain atau hidden cost yang perlu diantisipasi selain tagihan RS! Sehingga, memiliki BPJS saja tidak membuat keuangan kita aman
Apa saja biayanya? Dan bagaimana solusi untuk antisipasi biaya tersebut?
1. Biaya Income yang Hilang
Ketika pencari nafkah sakit dan tidak bisa bekerja, maka penghasilan bisa turun atau malah tidak ada penghasilan sama sekali.
Dan apabila sakitnya serius, maka butuh masa pemulihan yang tidak sebentar, sehingga tak bisa langsung bekerja normal
Padahal, ketika sakit biaya hidup keluarga tidak ikut turun. Namun malah bertambah, seiring dengan inflasi dan kebutuhan.
2. Biaya Hidup
Saat sakit, biaya berobat memang sudah dicover oleh BPJS. Namun bagaimana dengan biaya hidup keluarga?
Cicilan KPR, cicilan kendaraan, hutang bisnis, tagihan listrik, dan tagihan-tagihan lain tetap harus terus dibayar walau sakit.
BPJS Kesehatan tentu saja tidak bisa mengcover hal ini.
3. Biaya Berobat di Luar Limit
Seperti yang kita tahu, BPJS memiliki limit berobat sesuai standar INA-CBG (Indonesia Case Based Groups).
Jika biaya pengobatan melebihi limit ini, maka sisanya harus dibayarkan secara mandiri. Jika sedang tak siap dana, apa yang akan Anda lakukan?
4. Biaya Vitamin, Alkes, dan Renov
Untuk mendukung penyembuhan, tak jarang dibutuhkan vitamin-vitamin, obat China, suplemen, terapi herbal, kursi roda atau alat bantu jalan, bahkan hingga merenov rumah untuk pasien stroke.
Biaya-biaya ini jelas tidak murah dan tidak dicover oleh BPJS kesehatan maupun Asuransi Kesehatan Pribadi.
5. Suster Pribadi & Tambahan Supir
Hidup penuh ketidakpastian. Kita tidak tau dan tidak bisa memilih jenis sakit apa yang terjadi. Kalau bisa memilih, tentu saja ingin sehat selalu sampai seterusnya (Amin!).
Namun, saat terjadi resiko sakit seperti Stroke, Autoimun, atau lainnya yang membuat kesulitan bergerak, maka Anda butuh asisten untuk bantu aktivitas sehari- hari, misalnya suster dan supir.
Apa Solusinya?
Disini lah peran Asuransi Penyakit Kritis. Yaitu mengcover seluruh hidden cost yang tidak dicover oleh BPJS maupun Askes.
Asuransi Penyakit Kritis akan mencairkan sejumlah uang tunai secara sekaligus, ketika seseorang mengalami sakit serius.
Uang tunai ini dapat digunakan untuk menggantikan penghasilan selama tidak bekerja, membayarkan biaya hidup yang terus berjalan, serta biaya-biaya lain tadi.
Asuransi Penyakit Kritis apa yang bisa seperti itu? Baru! Asuransi Murni Syariah: PRUSolusi Kondisi Kritis (PKKS).
Berapa preminya?
Produk ini baru akan launching pada hari Kamis, 14 April 2022.
Namun sebagai bocoran, profil pria usia 30 tahun & tidak merokok, bisa memiliki Proteksi Penyakit Kritis Rp 1,5 Milyar, cukup dengan Rp 6juta/tahun saja!
Daftarkan diri Anda melalui link pada bio. @CiciAsuransi akan mengirim contoh ilustrasi perhitungan terbaik begitu produk ini launching!